Cara membuat silsilah keluarga: panduan langkah demi langkah

Diperbarui

Silsilah keluarga berawal dari apa yang sudah Anda ketahui dan bertambah setiap kali Anda bertanya kepada kerabat. Panduan ini membahasnya langkah demi langkah, dari nama-nama pertama di kertas hingga pohon keluarga yang bisa dilihat dan dilengkapi seluruh keluarga.

1. Mulai dari diri sendiri, lalu mundur ke atas

Tulis dulu diri Anda, saudara kandung, orang tua, dan kakek-nenek: orang-orang yang Anda ketahui pasti. Lalu mundur satu generasi demi satu generasi. Bergerak dari yang pasti ke yang belum diketahui membuat silsilah tetap benar; melompat ke leluhur yang terkenal lalu mencoba menyambung ke bawah biasanya keliru.

2. Kumpulkan data dasar setiap orang

  • Nama lengkap, dan nama lain yang pernah dipakai (nama panggilan, nama setelah menikah atau berhaji).
  • Tanggal lahir dan wafat. Tanggal perkiraan (“sekitar 1920”, “sebelum 1950”) jauh lebih baik daripada kosong.
  • Tempat lahir, tempat wafat, dan tempat tinggal.
  • Orang tua, pasangan (termasuk pernikahan sebelumnya), dan anak.
  • Foto, dan beberapa kalimat tentang siapa dia: pekerjaan, kisah, tempat dimakamkan.

3. Tanyakan kepada para sesepuh lebih dulu

Kakek, nenek, mbah, pakdhe, dan budhe menyimpan pengetahuan yang tidak tertulis di mana pun. Kunjungi atau telepon mereka sedini mungkin, tunjukkan foto lama, dan tanyakan tentang orang tua dan kakek-nenek mereka. Catat atau rekam jawabannya hari itu juga.

Pertanyaan yang berguna: Siapa orang tua dan kakek-nenek Mbah? Dulu tinggal di mana? Berapa saudaranya, dan masing-masing menikah dengan siapa? Siapa di keluarga yang menyimpan dokumen atau foto lama?

4. Periksa dokumen

Akta kelahiran, buku nikah, Kartu Keluarga, surat-surat, batu nisan, keterangan di balik foto lama, dan catatan keagamaan bisa memastikan nama dan tanggal. Catat sumber setiap fakta, supaya ketika dua kerabat berbeda pendapat Anda bisa melihat sumber mana yang lebih kuat.

5. Catat hubungan dengan tepat

Keluarga sebenarnya bukan hanya ayah, ibu, dan anak. Catat pernikahan kedua dan perceraian, saudara seayah atau seibu dan saudara tiri, serta anak angkat, anak asuh, anak yang diasuh wali, dan saudara sesusuan. Mencatatnya dengan benar mencegah kebingungan, misalnya saat ada yang bertanya bagaimana dua sepupu sebenarnya bersaudara.

6. Pilih tempat menyimpannya

Kertas dan spreadsheet cukup untuk beberapa puluh orang, tetapi sulit diperbarui dan dibagikan. Aplikasi silsilah keluarga menjaga tampilan tetap rapi saat pohon bertambah besar, dan memungkinkan kerabat melihat serta menambahkan cabangnya sendiri.

Sakdulur adalah aplikasi silsilah keluarga yang gratis dan privat untuk web, iPhone, iPad, Android, Mac, Windows, dan Linux. Setiap pohon hanya bisa dilihat oleh orang yang Anda undang. Pasangan ditampilkan berdampingan, dan aplikasi ini mendukung pernikahan kedua; orang tua kandung, angkat, tiri, asuh, wali, dan susuan; tanggal perkiraan; tempat; foto; dan catatan.

7. Susun bersama

Tidak ada yang tahu semua cabang. Undang kerabat sebagai editor untuk bagian keluarga yang paling mereka kenal, atau sebagai pembaca jika hanya ingin melihat. Di Sakdulur, undangan dikirim lewat email atau tautan yang punya masa berlaku, dan dengan “Berbagi per cabang” setiap orang hanya melihat dan mengubah orang-orang yang dibagikan kepadanya.

Jika pemilik pohon mengaktifkan asisten AI (opsional), anggota juga bisa bertanya (“Bapaknya Ayu siapa dan tinggal di mana?”) dan editor bisa menambahkan kerabat cukup dengan menceritakannya; setiap perubahan ditampilkan dulu dan baru tersimpan setelah menekan Terapkan.

8. Terus perbarui

Tambahkan kelahiran, pernikahan, dan kematian saat terjadi, lalu cetak atau ekspor silsilah untuk acara keluarga. Sakdulur bisa mencetak pohon atau menyimpannya sebagai PDF atau gambar, dan pemilik bisa mengekspornya sebagai Excel, GEDCOM, atau cadangan JSON lengkap kapan saja.

Pertanyaan

Data apa yang dibutuhkan untuk membuat silsilah keluarga?

Cukup nama dan hubungan antarorang. Tanggal, tempat, foto, dan kisah bisa ditambahkan belakangan, dan tanggal perkiraan seperti “sekitar 1920” pun tidak masalah.

Berapa generasi yang sebaiknya ada di silsilah keluarga?

Mulailah dengan tiga atau empat generasi (Anda, orang tua, kakek-nenek, dan buyut), lalu kembangkan seiring kerabat berbagi cerita. Tidak ada batas pasti.

Apakah ada aplikasi gratis untuk membuat silsilah keluarga?

Ada. Sakdulur gratis, tanpa iklan, dan bisa dipakai di browser maupun sebagai aplikasi iPhone, iPad, Android, Mac, Windows, dan Linux, dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.

Mulai silsilah keluarga Anda

Gratis dan privat, di browser atau sebagai aplikasi. Ajak keluarga menyusunnya bersama.

Buat pohon gratis