Trah dan bani: cara menyusun silsilah keluarga besar
Diperbarui
Banyak keluarga besar di Indonesia berkumpul di bawah satu leluhur: trah di keluarga Jawa, atau bani (dari bahasa Arab, “anak-anak dari”) di banyak keluarga Muslim, seperti “Bani Abdullah”. Silsilah bersama sering menjadi hal pertama yang diinginkan, sekaligus yang paling sulit dilengkapi. Panduan ini menunjukkan cara menyusunnya.
1. Apa itu trah atau bani
Trah atau bani adalah seluruh keturunan dari satu pasangan leluhur, sering lima generasi atau lebih dan ratusan orang, beserta pasangannya. Anggotanya bertemu dalam pertemuan tahunan, sering berupa halal bihalal atau syawalan setelah Lebaran, dan banyak yang punya arisan atau paguyuban keluarga. Komunitas lain punya bentuknya sendiri, misalnya marga di masyarakat Batak.
2. Sepakati akar dan cakupannya
Mulailah dari pasangan leluhur pendiri (atau beberapa istri atau suami, jika ada pernikahan kedua) dan anak-anaknya. Setiap anak leluhur menjadi cabang utama. Putuskan sejak awal apakah keluarga dari pihak pasangan ikut dicatat; biasanya hanya pasangannya yang dicatat, sedangkan keluarganya masuk trah mereka sendiri.
3. Bagi tugas per cabang
Satu orang tidak mungkin mengenal ratusan kerabat. Tunjuk satu penghubung untuk setiap cabang utama, sering cucu tertua atau sepupu yang paling rapi, untuk mengumpulkan dan merawat data cabangnya. Aplikasi silsilah bersama memudahkan ini: editor cabang cukup mengenal bagiannya sendiri.
Di Sakdulur, pemilik pohon bisa mengaktifkan “Berbagi per cabang”, sehingga setiap editor dan pembaca hanya melihat dan mengubah orang yang dibagikan kepadanya. Penghubung cabang diundang lewat email atau tautan yang punya masa berlaku.
4. Catat yang dibutuhkan saat pertemuan
- Siapa masuk cabang mana, dan generasi setiap orang (anak, putu, buyut, dan seterusnya; lihat panduan istilah kekerabatan).
- Tempat tinggal sekarang, untuk undangan dan untuk melihat siapa yang berdekatan.
- Siapa yang sudah wafat, ditampilkan dengan hormat. Sakdulur bisa menandai kerabat yang wafat dengan Alm./Almh., tanda salib, atau tanda netral, sesuai agama masing-masing.
- Menantu yang masuk keluarga, pernikahan kedua, serta anak angkat atau anak asuh, supaya tidak ada yang terlewat.
5. Jaga privasinya
Silsilah trah berisi data pribadi banyak orang, termasuk anak-anak. Simpan di pohon privat yang hanya bisa dilihat anggota yang diundang, bukan di situs publik atau tautan spreadsheet yang terbuka. Setiap pohon di Sakdulur privat sejak awal, dan data tidak pernah dijual.
6. Pakai saat pertemuan trah
Cetak seluruh pohon atau satu cabang untuk dipajang di tempat acara, atau bagikan sebagai gambar di grup WhatsApp keluarga. Sakdulur bisa mencetak pohon, menyimpannya sebagai PDF atau gambar, dan mengekspornya sebagai spreadsheet Excel untuk daftar panitia.
Jika asisten AI diaktifkan, anggota bisa bertanya seperti “Rani dan Budi itu saudara dari mana?” dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
7. Satu keluarga, banyak pohon
Banyak orang termasuk beberapa trah sekaligus: dari pihak ayah, ibu, dan pasangan. Simpan pohon terpisah untuk masing-masing dan salin satu cabang dari pohon satu ke pohon lain tanpa mengetik ulang.
Pertanyaan
Apa bedanya trah dan bani?
Keduanya berarti seluruh keturunan dari satu leluhur. Trah adalah istilah Jawa; bani berasal dari bahasa Arab (“anak-anak dari”) dan lazim di keluarga Muslim, biasanya diikuti nama leluhurnya, seperti “Bani Abdullah”.
Bagaimana mengelola silsilah keluarga dengan ratusan anggota?
Bagi per cabang: satu penghubung untuk setiap anak leluhur pendiri merawat cabangnya sendiri di aplikasi silsilah yang privat dan dipakai bersama, dan seluruh pohon tersusun dengan sendirinya.
Bisakah silsilah trah dicetak untuk acara keluarga?
Bisa. Sakdulur bisa mencetak seluruh pohon atau satu cabang, menyimpannya sebagai PDF atau gambar, dan mengekspor daftar anggota sebagai spreadsheet Excel.
Mulai silsilah keluarga Anda
Gratis dan privat, di browser atau sebagai aplikasi. Ajak keluarga menyusunnya bersama.
Buat pohon gratis